+10 344 123 64 77

Sabtu, 06 Februari 2016

Salam OSN ...
Olimpiade Sains Nasional (OSN) sebagai salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan telah banyak memotivasi pelajar dalam mengembangkan bakat dan kompetensinya dalam bidang ini. Sekolah sebagai sebuah institusi juga merancang berbagai sistem pembinaan dengan tujuan utama mengantar peserta-peserta didik mereka menjadi the best. Bahkan orang tua juga tak mau kalah. Banyak orang tua yang memang memiliki dana yang berlebih rela merogoh kantong lebih dalam demi berbagai fasilitas dan tentunya mencari sosok pembimbing, pelatih, dan pembina OSN yang tepat untuk membantu anak-anaknya meraih mimpi menjadi juara Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Khusus untuk Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2016 ini, ruang lingkup materinya mencakup Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013. Sedangkan untuk tingkat kesulitannya, Anda tahulah. Soal-soal sekaliber Olimpiade Sains Nasional (OSN) selalu menguji kemampuan pemecahan masalah peserta.

Bagi Anda yang butuh silabus Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2016, silakan download via google drive melalui link di bawah ini !

Silabus Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2016
Salam OSN ...
 

Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan kegiatan lomba bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang diselenggarakan dalam rangka penuntasan wajib  belajar yang bermutu. Olimpiade Sains Nasional bertujuan memotivasi dan menumbuhkembangkan atmosfir kompetisi yang sehat untuk mendorong sekolah berperan memfasilitasi siswa untuk meningkatkan kemampuan akademis pada bidang Matematika, IPA dan IPS. 
Diharapkan melalui olimpiade ini dapat menstimulus peningkatan mutu pendidikan dan menghasilkan bibit unggul yang dapat berkompetisi pada olimpiade internasional Olimpiade Sains Nasional telah dilaksanakan sejak tahun 2003. Olimpiade Sains Nasional telah mengalami perkembangan yaitu pada periode 2003 sampai dengan 2009 bidang lomba terdiri dari bidang Matematika, Biologi dan Fisika. Pada tahun 2010 ditambah bidang Ilmu Pengetahuan Sosial menjadi bidang baru yang dipertandingkan, dan pada tahun 2015 bidang Biologi dan Fisika digabung menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Seiring perjalanan Olimpiade Sains Nasional sejak tahun 2003, kegiatan lomba ini telah berhasil menemukan bibit- bibit unggul dalam bidang Matematika, IPA, IPS. Ini terbukti prestasi di ajang olimpiade international dapat meraih berbagai medali. Beberapa prestasi yang telah diraih seperti pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam pada ajang International Junior Science Olympiad (IJSO), berprestasi meraih medali sejak tahun 2004. Bahkan berprestasi dengan meraih medali terdiri dari 2 emas, 3 perak dan 6 perunggu pada IJSO ke 11 di Argentina pada tahun 2014. Prestasi untuk bidang Matematika juga berhasil diraih pada International Mathematics Competition (IMC), National Geography World Championship (NGWC) dan International Astronomy Olympiad (IAO).

Agar Olimpiade Sains Nasional dapat terlaksana dengan baik maka disusun Petunjuk Pelaksanaan OSN SMP Tahun 2016 Olimpiade Sains Nasional ini, sebagai rujukan bagi penyelenggaraan kegiatan tersebut dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi dan tingkat nasional. Diharapkan dengan adanya petunjuk pelaksanaan ini penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional dapat terselenggarakan dengan baik.
Berikut ini link Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP tahun 2016

Bahan Bacaan : Juklak OSN SMP 2016

Selasa, 22 Desember 2015

Sejak mulai diterapkan pada tahun 2013 lalu, Kurikulum 2013 terus mengalami perubahan dan perbaikan. Perubahan demi perubahan tersebut merupakan respon pemerintah atas berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan. 
Diantara masalah-masalah yang muncul dan banyak dirasakan oleh guru, yaitu terkait dengan penilaian. Dengan logika sederhana saja, Kita bisa mengatakan bahwa implementasi kurikulum 2013 ini membuat beban kerja guru menjadi berlipat-lipat. Kalau dibandingkan dengan KTSP yang hanya memunculkan satu nilai per mata pelajaran di rapor, maka untuk kurikulum 2013 memunculkan banyak komponen penilaian. Mulai dari aspek pengetahuan yang mencakup  nilai, predikat, deskripsi,  aspek keterampilan yang mencakup  nilai, predikat, deskripsi, dan aspek sikap yang mencakup predikat, deskripsi ( Sesuai dengan Permendikbud no. 104 tahun 2014 ).
Dalam melaksanakan semua aspek penilaian ini, guru dituntut untuk dapat membuat perencanaan dan melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar siswa secara komprehensif, serta mengolah dan membuat laporan hasil belajar siswa secara objektif, akuntabel, dan informatif.
Kendati demikian, dalam praktiknya tidak sedikit guru yang mengalami kesulitan dan permasalahan dalam menerapkan penilaian yang diisyaratkan dalam Kurikulum 2013 sesuai dengan Permendikbud tersebut.
Dan ternyata berbagai kesulitan guru dalam mengembangkan penilaian siswa tersebut tampaknya disadari sepenuhnya oleh Kemendikbud. Oleh karena itu, guna membantu guru dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar siswa, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat terkait, bersama Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), telah menerbitkan buku Panduan Penilaian untuk Sekolah Menengah Atas (SMA); Panduan Penilaian untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK); Panduan Penilaian untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP); dan Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD). Buku Panduan Penilaian ini diharapkan dapat memfasilitasi guru dan sekolah dalam mengembangkan penilaian proses hasil belajar siswa yang sejalan dengan tuntutan Kurikulum 2013. Buku Panduan ini juga merupakan bagian tak terpisahkan dari Permendikbud No. 53 tahun 2015
Dalam Buku Panduan ini disajikan tentang konsep, teknik dan prosedur penilaian, baik untuk penilaian sikap, penilaian pengetahuan maupun penilaian keterampilan, disertai dengan beberapa contoh format penilaiannya. Di samping itu, dijelaskan pula tentang teknis pelaksanaan penilaian, pengolahan hasil penilaian dan pemanfaatan hasil penilaian, termasuk di dalamnya disajikan contoh Format Rapor dan Cara Pengisiannya.

Untuk mendownload, silahkan klik tautan di bawah ini !




 
 

Minggu, 22 November 2015

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Salam hangat buat rekan-rekan pendidik di seluruh indonesia ...
Guru merupakan sosok yang selalu ada di kehidupan kita. Sosok itu bisa membimbing, melatih, mengarahkan, dan bahkan mengispirasi perjalanan hidup kita. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ).

Sedangkan guru Berprestasi adalah guru yang memiliki kinerja melampaui standar yang telah ditetapkan oleh satuan pendidikan, yang mencakup kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan mampu menghasilkan karya inofatif yang diakui baik pada tingkat daerah, nasional dan/atau internasional; dan secara langsung membimbing peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler.

Nah, siapakan sosok-sosok guru yang tahun ini berhasil menjadi yang terbaik ? Silakan lihat di tautan berikut ini !


Kamis, 28 Mei 2015

Jawa Tengah kembali meraih predikat sebagai Juara Umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015 yang diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 18-24 Mei 2015. Kontingen Jawa Tengah berhasil mengumpulkan 24 medali emas, 26 perak, dan 34 perunggu.
Kemenangan Jawa Tengah sebagai juara umum tahun ini merupakan gelar keempat. Sebelumnya, provinsi ini menjadi juara umum berturut-turut pada  OSN X 2011 (Manado, Sulawesi Utara), OSN XI 2012 (DKI Jakarta), dan OSN XII 2013 (Bandung, Jawa Barat).

Unduh Daftar Pemenang OSN 2015, klik di sini.
Unduh Rekapitulasi Perolehan Medali OSN 2015, klik di sini.


sumber : http://dikdas.kemdikbud.go.id

Rabu, 29 April 2015


Dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kompetensi, profesionalisme, dan karier PTK, pemerintah perlu memberdayaan kelompok kerja PTK. Kelompok kerja ini perlu didukung untuk meningkatkan frekuensi, intensitas, dan kebermaknaan eksistensinya dalam peningkatan karier anggotanya. Oleh karena itu, pengurus kelompok kerja PTK, termasuk pengurus musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) sekolah menengah pertama (SMP), perlu didorong untuk memotivasi, mendisiplinkan, mengembangkan, dan melakukan profesionalisasi diri seluruh anggotanya secara efektif, efisien, dan berkelanjutan demi terwujudnya guru mata pelajaran SMP yang kompeten, profesional, dan membanggakan.

Sekaitan dengan itu, Direktorat P2TK Dikdas, Ditjen Dikdas, Kemdikbud, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) Tahun 2015 berencana memberikan bantuan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP SMP tahun 2015. Program pemberian bantuan tersebut difokuskan untuk MGMP SMP di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemberian bantuan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP pada tahun 2015 lebih diutamakan untuk kabupaten/kota yang jumlah MGMP penerima blockgrant-nya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya.

Agar pelaksanaan pemberian bantuan peningkatan karier tersebut berlangsung secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, serta dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan, Direktorat P2TK Dikdas, Ditjen Dikdas, Kemdikbud menyiapkan Pedoman Pemberian Dana Bantuan Peningkatan Karier PTK SMP melalui MGMP SMP Tahun 2015. 


1.  Tujuan Pemberian Bantuan
Pemberian bantuan penigkatan karier PTK SMP ini bertujuan untuk:
a.  meningkatkan intensitas, frekuensi, partisipasi, dan kontribusi MGMP SMP dalam peningkatan karier guru SMP;
b.  meningkatkan karier guru SMP secara nasional.
 
2.  Sasaran Pengguna
Sasaran pengguna pedoman bantuan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP SMP tahun 2015 ini, yaitu:
a.  MGMP SMP yang berminat untuk mengajukan proposal kegiatan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP SMP tahun 2015;
b.  MGMP SMP sebagaimana dimaksud butir a yaitu:
1)  MGMP PKn;
2)  MGMP Bahasa Indonesia;
3)  MGMP Bahasa Inggris;
4)  MGMP Matematika;
5)  MGMP IPA;
6)  MGMP IPS;
7)  MGMP Seni dan Budaya;
8)  MGMP Penjasorkes;
9)  MGMP Muatan Lokal (Bahasa Daerah, PTD, Prakarya, TIK, dan sejenisnya);
10)      MGMP BP/BK.
c.  tim penilai proposal kegiatan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP SMP tahun 2015;
d. pengelola bantuan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP SMP tahun 2015, Direktorat P2TK Dikdas, Ditjen Dikdas, Kemdikbud;
e.  unsur dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi/kabupaten/kota di seluruh Indonesia;
f. stakeholders pendidikan (P4TK, LPMP, kepala sekolah SMP, pengawas SMP, komite pendidikan, dewan pendidikan, dan lainnya) di seluruh wilayah Indonesia.

3.  Sasaran Penerima Bantuan
a. Secara khusus, sasaran penerima bantuan dana peningkatan karier PTK dikdas dalam program ini, yaitu: 1497 (seribu empat ratus sembilan puluh tujuh) paket @ Rp28.000.000,00 (dua puluh delapan juta rupiah) per MGMP SMP.
b.  Secara geografis, sasaran penerima diutamakan untuk daerah/kabupaten/kota yang jumlah MGMP penerima blockgrant-nya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan daerah/kabupaten/kota lainnya pada tahun 2014

     4.  Penggunaan Dana

Penggunaan dana bantuan peningkatan karier PTK SMP difokuskan untuk kegiatan pembinaan karier (binkar) dan pengembangan profesionalisme dan peningkatan karier PTK SMP. Dalam praktik, dana bantuan peningkatan karier PTK SMP dipergunakan secara proporsional sebagai berikut.

Tabel 2.1 Proporsi Penggunaan Anggaran

NO
KEGIATAN
PERSENTASE
1
Persiapan
Maksimal 5 %
2
Pelaksanaan Program dan Kegiatan
Minimal 90%
3
Publikasi Hasil Kegiatan/diseminasi
Maksimal 2,5%
4
Pelaporan
Maksimal 2,5 %


Keterangan:
1.  Dana persiapan antara lain digunakan untuk menyusun program, surat menyurat, dan ATK.
2.  Dana pelaksanaan program dan kegiatan, antara lain digunakan untuk honor, transport, akomodasi dan konsumsi, penyusunan dan penggandaan bahan/materi kegiatan, dan sertifikat.
3.  Dana pelaporan digunakan untuk dokumentasi hasil pelaksanaan, penulisan, penggandaan, dan pengelolaan laporan.
4.  Dana publikasi proses dan hasil kegiatan, antara lain digunakan untuk melaksanakan publikasi proses dan hasil pembinaan karier melalui media cetak/elektronik.

      5.  Persyaratan

Persyaratan pengajuan proposal untuk memperoleh dana bantuan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP SMP tahun 2015 yaitu:
1.     mempunyai wadah (SK pendirian, struktur organisasi, pengurus) yang disahkan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi;
2.     memiliki daftar anggota MGMP yang mencakup: nama lengkap, NIP, asal sekolah, pangkat/golongan, telepon rumah, nomor HP. (Format lampiran 3);
3.  masih aktif melaksanakan kegiatan setidaknya dalam satu tahun terakhir yang ditunjukkan dengan adanya program kerja dan dilampiran daftar hadir secara berkala, jadwal kegiatan, laporan, dan bukti fisik hasil pelaksanaan kegiatan;
4.      memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) atas nama kelompok MGMP SMP;
5.  memiliki sistem manajemen yang transparan dan akuntabel dibuktikan dengan menyerahkan contoh kegiatan dan keuangan;
6.   memiliki rekening yang masih aktif atas nama kelompok MGMP SMP, berikut fotokopi saldo akhir minimal Rp250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) atau sesuai aturan bank penabung pada saat proposal dikirim;
7.  melampirkan surat verifikasi rekening aktif dari pihak Bank Pemerintah yang bersangkutan dan ditandatangani oleh pejabat Bank dan dibubuhi stempel Bank yang bersangkutan.


           6.  Batas Waktu dan Alamat Pengiriman

1.  Batas Waktu
    Pengusul wajib mengirimkan proposal selambat-lambatnya tanggal 30 April 2015 (stempel POS) dan sudah diterima paling lambat pada tangal 15 Mei 2015

2.  Alamat Pengiriman
Proposal dikirim ke alamat:


Subdit PTK SMP
 Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gedung C Lantai 18 Kompleks Kemdikbud
Jalan Jenderal Sudirman-Senayan Jakarta Pusat 10270
Telepon/Fax: (021) 57851860