Senin, 15 Juli 2013

Kurikulum 2013 mulai diterapkan tanggal 15 Juli 2013 pada sekolah-sekolah sasaran

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh optimistis semua guru yang ditunjuk Kementerian mampu mengajarkan materi pendidikan dengan konsep menerapkan kurikulum 2013 mulai Senin, 15 Juli 2013. Menurut Nuh, semua guru selama ini sudah terbiasa mengajar sehingga untuk menerapkan kurikulum 2013 sehingga tidak memerlukan persiapan lama.

"Ada buku pegangan guru, mereka juga diberi pelatihan dan buku pegangan siswa juga ada. Mereka tinggal melaksanakan saja. Masak tidak berani mengajar?" kata Nuh di sela kunjungannya ke Yogyakarta memantau pendistribusian buku pegangan siswa ke sejumlah sekolah pada Ahad, 14 Juli 2013.

Kementerian sudah sudah merampungkan pelatihan bagi 61.074 guru yang mengajar di sekolah yang menjadi tempat penerapan kurikulum baru. Mereka terdiri atas 572 instruktur nasional, 4.740 guru inti, dan 55.762 guru sasaran. "Pelatihan bagi guru akan terus dilaksanakan. Tahun ajaran 2015/2016 semua sekolah harus bisa memberlakukan kurikulum baru," ujar Nuh.

Nuh menjelaskan, guru yang mengajarkan materi kurikulum baru terus dipantau selama setahun mendatang. Mereka juga akan menerima pendampingan dari guru inti agar bisa cepat beradaptasi dengan kurikulum 2013. "Perkembangannya akan terus kami pantau selama setahun ini," ucap Nuh.

Mulai Senin, 15 Juli 2013, Kementerian Pendidikan memutuskan kurikulum baru akan diterapkan di 6.326 sekolah yang ada di 33 provinsi atau 295 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Nuh memastikan sekitar 8 juta eksemplar lebih buku pegangan siswa sudah didistribusikan ke semua sekolah itu hingga pekan ini.

Selain itu, kurikulum baru ini juga akan diterapkan pada 1.006 sekolah lainnya yang mendaftar secara mandiri. Pembiayaan pelaksanaan kurikulum baru di sekolah, yang ada di Provinsi Kalimantan Timur dan 14 kabupaten dan kota di berbagai provinsi lainnya, itu dibiayai masing-masing pemerintah daerah.


www.tempo.co