+10 344 123 64 77

Sabtu, 17 September 2016

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Salam hangat dan jabat erat Bapak/Ibu Guru di seluruh Indonesia

Dalam rangka melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan sebuah program bertajuk GURU PEMBELAJAR. Program guru pembelajar ini menyasar semua guru, baik yang bersertifikat pendidik maupun yang belum bersertifikat. Program guru pembelajar dirancang dan dilaksanakan berdasarkan pemetaan kompetensi melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) di seluruh Indonesia. Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) ini dianalisis dan dipetakan sehingga dapat diketahui kondisi objektif guru saat ini dan kebutuhan peningkatan kompetensinya.

Data hasil UKG tahun 2015 menunjukkan rata-rata nasional yang dicapai adalah 56,69. Pencapaian ini meningkat dibandingkan nilai rata-rata nasional pada tahun sebelumnya yaitu 47,00. Dan harapannya adalah setiap tahun Kriteria Capaian Minimal (KCM) itu meningkat setiap tahun.

Lalu bagaimana teknis pelaksanaan Guru Pembelajar ?
Pelaksanaan program guru pembelajar menggunakan tiga moda pembelajaran, yaitu :
  1. Moda Tatap Muka
  2. Moda Daring ( Dalam Jejaring )
  3. Moda Daring Kombinasi ( Kombinasi Daring dan Tatap Muka ) 
Program Guru Pembelajar ini ditangani langsung oleh 13 PPPPTK  di seluruh Indonesia.

Nah bagi Bapak dan Ibu Guru yang belum paham tentang ketiga moda pembelajaran tersebut, Kami telah membagikan petunjuk teknis program peningkatan kompetensi guru pembelajara moda tatap muka pada postingan sebelumnya. Dan pada postingan kali ini saya akan membagi informasi mengenai bagaimana petunjuk teknis guru pembelajar moda dalam jejaring (daring).

Silakan unduh melalui tautan berikut ini melalui google drive :
Petunjuk Teknis Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar Moda Dalam Jejaring (Daring)

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Salam hangat dan jabat erat Bapak/Ibu Guru di seluruh Indonesia

Dalam rangka melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan sebuah program bertajuk GURU PEMBELAJAR. Program guru pembelajar ini menyasar semua guru, baik yang bersertifikat pendidik maupun yang belum bersertifikat. Program guru pembelajar dirancang dan dilaksanakan berdasarkan pemetaan kompetensi melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) di seluruh Indonesia. Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) ini dianalisis dan dipetakan sehingga dapat diketahui kondisi objektif guru saat ini dan kebutuhan peningkatan kompetensinya.

Data hasil UKG tahun 2015 menunjukkan rata-rata nasional yang dicapai adalah 56,69. Pencapaian ini meningkat dibandingkan nilai rata-rata nasional pada tahun sebelumnya yaitu 47,00. Dan harapannya adalah setiap tahun Kriteria Capaian Minimal (KCM) itu meningkat setiap tahun.

Lalu bagaimana teknis pelaksanaan Guru Pembelajar ?
Pelaksanaan program guru pembelajar menggunakan tiga moda pembelajaran, yaitu :
  1. Moda Tatap Muka
  2. Moda Daring ( Dalam Jejaring )
  3. Moda Daring Kombinasi ( Kombinasi Daring dan Tatap Muka ) 
Program Guru Pembelajar ini ditangani langsung oleh 13 PPPPTK  di seluruh Indonesia.

Nah bagi Bapak dan Ibu Guru yang belum paham tentang ketiga moda pembelajaran tersebut, Kami ingin membagi informasi mengenai bagaimana petunjuk teknis ketiga moda tersebut.

Silakan unduh melalui tautan berikut ini melalui google drive :
Petunjuk Teknis Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar Moda Tatap Muka

Senin, 21 Maret 2016

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Salam OSN,
Lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMP tingkat kabupaten/kota telah dilaksanakan secara serentak pada tanggal 5 Maret 2016. Beberapa daerah sudah mengumumkan hasilnya 4 atau 5 hari kemudian. Namun untuk Provinsi Sulawesi Barat surat pemberitahuan hasil seleksi lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN)  baru sampai ke sekolah-sekolah pada hari ini Senin 21 Maret 2016. Suratnya sendiri tertanggal 16 Maret 2016.
Meski rentang waktu antara pelaksanaan lomba dan pengumuman hasilnya lumayan lama, namun Kami tetap akan berupaya semaksimal untuk menindaklanjuti surat tersebut. Tindak lanjut yang dimaksud adalah mempersiapkan anak-anak binaan Kami yang dinyatakan lolos untuk mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMP tingkat provinsi. Sedangkan jadwal seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMP tingkat Provinsi Sulawesi Barat Insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 8 s.d. 10 April 2016 di Mamuju.
Selamat kepada talenta-talenta luar biasa yang berhasil melaju ke tahapan seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi. Tunjukkan bahwa kalian bisa lebih hebat lagi. Nama Kalian akan selalu hidup dan akan dikenang dari hasil karya dan prestasi kalian. 

Berikut ini daftar peringkat 10 BESAR hasil seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMP tingkat Kabupaten Polewali Mandar tahun 2016.

Bidang Matematika : 
NO
NAMA
ASAL SEKOLAH
NILAI
KETERANGAN
1
SULTHON AKBAR SMPN 1 POLEWALI 23 PERINGKAT KABUPATEN
2
MARNI SMPN SATAP LUYO 22 PERINGKAT KABUPATEN
3
ARFAN NUR SMPS IT ANSHARUSSUNNAH 21
4
WAHYU HIDAYAT SMPS PPM AL- IKHLAS 19
5
NURHAYATI SMPN 1 WONOMULYO 19
6
ARNOLD SAPUTRA SMPN 3 POLEWALI 19
7
YUSUF SMPN BATU 16
8
ANDI FARHAN FAUZAN SMPN 6 POLEWALI 16
9
DANDI SAPUTRA SMPN 2 TINAMBUNG 15
10
A. CINDY PATIMAH AZZAHRA SMPN 1 TUTALLU 15

Bidang IPA

NO
NAMA
ASAL SEKOLAH
NILAI
KETERANGAN
1
ANDI ABDILLAH MAULANA H. SMPN 1 POLEWALI 85 PERINGKAT 3 PROVINSI
2
ANNISA FATRICIA RAHMAT SMPN 2 WONOMULYO 80 PERINGKAT 4 PROVINSI
3
REGITA PURNAMA CAHYANI SMPN 2 TINAMBUNG 69 PERINGKAT 5 PROVINSI
4
ANDI NURCAHYANI SMPN 3 TAPANGO 65 PERINGKAT 6 PROVINSI
5
NURUL DINZA JENIA SMPN 1 WONOMULYO 60 PERINGKAT KABUPATEN
6
ARIFA MAHARDIKA ASLAN SMPN 3 POLEWALI 57 PERINGKAT KABUPATEN
7
A. BILAL SMPN BINUANG 55
8
EMI MASTURA SMPN PADANG MAWALLE 55
9
MUH. HASRAH SMPN 2 POLEWALI 55
10
NURANISA SMPN 3 CAMPALAGIAN 50

Bidang IPS

NO
NAMA
ASAL SEKOLAH
NILAI
KETERANGAN
1
KHUSNUL KHATIMAH SMPN 1 POLEWALI 53 PERINGKAT 1 PROVINSI
2
RISALADI SMPN 3 POLEWALI 48 PERINGKAT KABUPATEN
3
MUHAYANA SMPN 4 CAMPALAGIAN 48 PERINGKAT KABUPATEN
4
FAZRY FARIMAJEN SMPN 2 POLEWALI 45
5
MAYANA SMPN 5 TINAMBUNG 41
6
NURUL PRATIWI SAHABUDDIN SMPN 1 TINAMBUNG 41
7
MUH. HAIDAR SMPS IT AL JARIAH MATAKALI 40
8
FATIN ALIYA INSYIRAH SMPN 1 WONOMULYO 39
9
ST. ARFINA SMPN 5 WONOMULYO 39
10
NURAZIZAH SMPN 2 TINAMBUNG 39
Keterangan : Nama-nama yang tercetak merah dinyatakan lolos ke seleksi tingkat provinsi.



Sabtu, 06 Februari 2016

Salam OSN ...
Olimpiade Sains Nasional (OSN) sebagai salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan telah banyak memotivasi pelajar dalam mengembangkan bakat dan kompetensinya dalam bidang ini. Sekolah sebagai sebuah institusi juga merancang berbagai sistem pembinaan dengan tujuan utama mengantar peserta-peserta didik mereka menjadi the best. Bahkan orang tua juga tak mau kalah. Banyak orang tua yang memang memiliki dana yang berlebih rela merogoh kantong lebih dalam demi berbagai fasilitas dan tentunya mencari sosok pembimbing, pelatih, dan pembina OSN yang tepat untuk membantu anak-anaknya meraih mimpi menjadi juara Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Khusus untuk Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2016 ini, ruang lingkup materinya mencakup Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013. Sedangkan untuk tingkat kesulitannya, Anda tahulah. Soal-soal sekaliber Olimpiade Sains Nasional (OSN) selalu menguji kemampuan pemecahan masalah peserta.

Bagi Anda yang butuh silabus Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2016, silakan download via google drive melalui link di bawah ini !

Silabus Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2016
Salam OSN ...
 

Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan kegiatan lomba bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang diselenggarakan dalam rangka penuntasan wajib  belajar yang bermutu. Olimpiade Sains Nasional bertujuan memotivasi dan menumbuhkembangkan atmosfir kompetisi yang sehat untuk mendorong sekolah berperan memfasilitasi siswa untuk meningkatkan kemampuan akademis pada bidang Matematika, IPA dan IPS. 
Diharapkan melalui olimpiade ini dapat menstimulus peningkatan mutu pendidikan dan menghasilkan bibit unggul yang dapat berkompetisi pada olimpiade internasional Olimpiade Sains Nasional telah dilaksanakan sejak tahun 2003. Olimpiade Sains Nasional telah mengalami perkembangan yaitu pada periode 2003 sampai dengan 2009 bidang lomba terdiri dari bidang Matematika, Biologi dan Fisika. Pada tahun 2010 ditambah bidang Ilmu Pengetahuan Sosial menjadi bidang baru yang dipertandingkan, dan pada tahun 2015 bidang Biologi dan Fisika digabung menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Seiring perjalanan Olimpiade Sains Nasional sejak tahun 2003, kegiatan lomba ini telah berhasil menemukan bibit- bibit unggul dalam bidang Matematika, IPA, IPS. Ini terbukti prestasi di ajang olimpiade international dapat meraih berbagai medali. Beberapa prestasi yang telah diraih seperti pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam pada ajang International Junior Science Olympiad (IJSO), berprestasi meraih medali sejak tahun 2004. Bahkan berprestasi dengan meraih medali terdiri dari 2 emas, 3 perak dan 6 perunggu pada IJSO ke 11 di Argentina pada tahun 2014. Prestasi untuk bidang Matematika juga berhasil diraih pada International Mathematics Competition (IMC), National Geography World Championship (NGWC) dan International Astronomy Olympiad (IAO).

Agar Olimpiade Sains Nasional dapat terlaksana dengan baik maka disusun Petunjuk Pelaksanaan OSN SMP Tahun 2016 Olimpiade Sains Nasional ini, sebagai rujukan bagi penyelenggaraan kegiatan tersebut dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi dan tingkat nasional. Diharapkan dengan adanya petunjuk pelaksanaan ini penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional dapat terselenggarakan dengan baik.
Berikut ini link Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP tahun 2016

Bahan Bacaan : Juklak OSN SMP 2016

Selasa, 22 Desember 2015

Sejak mulai diterapkan pada tahun 2013 lalu, Kurikulum 2013 terus mengalami perubahan dan perbaikan. Perubahan demi perubahan tersebut merupakan respon pemerintah atas berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan. 
Diantara masalah-masalah yang muncul dan banyak dirasakan oleh guru, yaitu terkait dengan penilaian. Dengan logika sederhana saja, Kita bisa mengatakan bahwa implementasi kurikulum 2013 ini membuat beban kerja guru menjadi berlipat-lipat. Kalau dibandingkan dengan KTSP yang hanya memunculkan satu nilai per mata pelajaran di rapor, maka untuk kurikulum 2013 memunculkan banyak komponen penilaian. Mulai dari aspek pengetahuan yang mencakup  nilai, predikat, deskripsi,  aspek keterampilan yang mencakup  nilai, predikat, deskripsi, dan aspek sikap yang mencakup predikat, deskripsi ( Sesuai dengan Permendikbud no. 104 tahun 2014 ).
Dalam melaksanakan semua aspek penilaian ini, guru dituntut untuk dapat membuat perencanaan dan melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar siswa secara komprehensif, serta mengolah dan membuat laporan hasil belajar siswa secara objektif, akuntabel, dan informatif.
Kendati demikian, dalam praktiknya tidak sedikit guru yang mengalami kesulitan dan permasalahan dalam menerapkan penilaian yang diisyaratkan dalam Kurikulum 2013 sesuai dengan Permendikbud tersebut.
Dan ternyata berbagai kesulitan guru dalam mengembangkan penilaian siswa tersebut tampaknya disadari sepenuhnya oleh Kemendikbud. Oleh karena itu, guna membantu guru dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar siswa, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat terkait, bersama Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), telah menerbitkan buku Panduan Penilaian untuk Sekolah Menengah Atas (SMA); Panduan Penilaian untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK); Panduan Penilaian untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP); dan Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD). Buku Panduan Penilaian ini diharapkan dapat memfasilitasi guru dan sekolah dalam mengembangkan penilaian proses hasil belajar siswa yang sejalan dengan tuntutan Kurikulum 2013. Buku Panduan ini juga merupakan bagian tak terpisahkan dari Permendikbud No. 53 tahun 2015
Dalam Buku Panduan ini disajikan tentang konsep, teknik dan prosedur penilaian, baik untuk penilaian sikap, penilaian pengetahuan maupun penilaian keterampilan, disertai dengan beberapa contoh format penilaiannya. Di samping itu, dijelaskan pula tentang teknis pelaksanaan penilaian, pengolahan hasil penilaian dan pemanfaatan hasil penilaian, termasuk di dalamnya disajikan contoh Format Rapor dan Cara Pengisiannya.

Untuk mendownload, silahkan klik tautan di bawah ini !




 
 

Minggu, 22 November 2015

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Salam hangat buat rekan-rekan pendidik di seluruh indonesia ...
Guru merupakan sosok yang selalu ada di kehidupan kita. Sosok itu bisa membimbing, melatih, mengarahkan, dan bahkan mengispirasi perjalanan hidup kita. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ).

Sedangkan guru Berprestasi adalah guru yang memiliki kinerja melampaui standar yang telah ditetapkan oleh satuan pendidikan, yang mencakup kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan mampu menghasilkan karya inofatif yang diakui baik pada tingkat daerah, nasional dan/atau internasional; dan secara langsung membimbing peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler.

Nah, siapakan sosok-sosok guru yang tahun ini berhasil menjadi yang terbaik ? Silakan lihat di tautan berikut ini !